Gunung Papandayan, yang berlokasi di Garut, jawa Barat dengan ketinggian kurang dari 3000mdpl merupakan salah satu obyek wisata terkemuka khusunya obyek wisata kawah… dan untuk para pendaki, juga merupakan onyek yang lumayan untuk menghilangkan kebisingan perkotaan sperti jakarta, bogor, dan kota besar lainnya.
Bersama Official Member Tieam Ngaprax Regional Bogor ( TNRB ), gw memutuskan untuk mendaki gunung Papandayan yang berlokasi di garut… keputusan diambil berhubung sulitnya administrasi untuk mendaki Gunung Gede-Pangrango… hufftt..
Kronologis…
day-1
Kami berangkat kamis sore (24/12) dari bogor menuju terminal kampung rambutan, berhubung salah satu member berdomisili di jakarta… berangkat dari kampung rambutan sekitar pukul 22.00WIB menggunakan bis menuju Garut.
Sesampainya di terminal Guntur – Garut, kami istirahat sejenak lalu dilanjutkan mencarter ( bahasa lainnya : borong ) angkot sampai Cisurupan.
Dari Cisurupan, kami lanjutkan menggunakan mobil bak terbuka menuju pintu masuk kawah.
saat itu pukul 04.00WIB (25/12).
Setelah hari mulai terang, kami lanjutkan perjalanan menuju Pondok Seladah, dimana yang akan kami gunakan untuk mendirikan camp.
Jalanan berbatu dengan melewati kawah yang jaraknya cukup dekat, membuat kami harus menggunakan masker atau kain untuk menutup hidung agar tidak menghirup kuatnya asap belerang yang juga membuat mata perih… selama melewati kawah, kami dapat melihat lubang-lubang kecil kawah yang terlihat lumpur hitam yang mendidih didalamnya… sangat menakjubkan…

Setelah melewati kawah, kami berjalan menanjak dan beristirahat di persimpangan menuju Pondok Seladah. Kami bertemu rombongan lain dari Bekasi yang sama-sama menuju Pondik Seladah. Kami memutuskan mengikuti jalur mereka yang memilih mendaki bukit untuk memotong jalan agar lebih memperpendek jarak ke Pondok Seladah dibanding jalur biasa yang sudah tertimpa longsor dan harus berjalan memutar.
Kami banyak berhenti untuk mengambil gambar berhubung cuaca yang baik dan view yang menakjubkan di atas…
Setelah kami mencapai puncak bukit yang cukup menguras tenaga, kami disajikan pemandangan indah lainnya, yaitu batang2 pohon yang gosong akibat terbakar saat letusan tahun 2002… serasa di film2… haha..

Namun kami kemudian kesulitan menenukan jalan berhubung tidak adanya jalur yang jelas.. hanya ada batang2 pepohonan hangus… dan kami terhenti karena jalan yang kami lewati berakhir pada tebing yang cukup dalam… kami memutar balik dan menggambil jalan agak ke atas… kami juga bertemu rombongan yang kami temui di bawah yang ternyata mereka juga kebingungan akan jalur nya… mereka tertinggal dari rombongannya…. akhirnya saya bersama 2 teman mengevaluasi medan dan tak lama kami menenukan tanda.. setelah kami menginformasikan ke tim, kami melanjutkan perjalanan mengikuti tanda yang kami temukan berupa tali rafia yang diikatkan pada batang pohon… setelah berjalan kurang -lebih setengah jam ,kami berhasil sampai di Pondok Seladah dan jalur yang kami lewati memang lebih cepat
:D ( kalo tidak nyasar )

Sesampainya di Pondok Seladah, kami beristirahat dan berpisah dengan rombongan dari Bekasi yang kami temui saat mencari jalan.
Setelah makan siang dan mendirikan tenda, kami beristirahat berhubunug kabut dan hujan sudah mulai turun….
PUkul 22.00WIB hujan mulai berhenti dan kami mulai menyiapkan makan malam…. setlah makan malam, kami lanjutkan dengan bercanda gurau di dalam tenda berhubung hujan turun lagi >.<
day-2
Setelah sarapan, kami memutuskan untuk mendaki Puncak Papandayan dengan membawa perbekalan secukupnya, tidak menggunakan carrier karena jalur nya yang cukup berat dan licin… tenda kami titipkan ke posko Pondok Seladah…
:D
Karena track menuju puncak yang samar2, kami memberi tanda jalur yang kami lewati setiap 10 langkah. jalur yang terjal dan licin sempat menyusahkan, tapi kami terus berjalan… Sesampainya dipuncak, kami tidak bisa mengambil foto berhubung kabut yang tebal dan hujan rintik2 mulai turun…. kami pun memutuskan untuk kembali ke Pondok Seladah mengikuti tanda yang kami buat saat naik.
Sesampainya di Pondok Seladah, sekitar pukul12.00 kami bersiap untuk pulang. Jalan pulang kami melewati jalur yang biasa dilewati… kami pulang ditemani hujan yang cukup deras dan kami bersyukur dapat kembali ke Bogor tanpa ada kejadian yang tidak diinginkan…

Akomodasi
Terminal Baranang Siang Bogor – Terminal Kampung Rambutan Rp 7.000
Terminal Kampung Rambutan – Terminal Guntur Garut Rp 35.000 ( Bus AC Ekonomi )
Terminal Guntur Garut – Cisurupan Rp 5.000 ( Normal menggunakan Elf per orang ) Rp.15.000 (maks. carter/borong per orang )
Cisurupan – Kawah Rp.10.000 ( mobil bak terbuka )
Yang harus diperhatikan
Jaga baik2 sampah makanan, makanan, dan barang.. karena alamnya masih sangat liar dan banyak babi hutan yang suka mengacak2 sampah makanan.
Untuk mendaki ke puncak, kalo bisa bawa guide, karena jalur nya yang tidak jelas dan kemungkinan tersasar sangat tinggi dan banyaknya jurang.. jadi berhati2 lah dan tetap perhatikan Safety Procedure Pendakian
:D